Minggu, 15 November 2015

BERBAGI KASIH DAN TAWA BERSAMA ANAK CACAT GANDA

Sebagai manusia, kita tidak boleh membeda-bedakan orang lain antara kaya dan miskin, sehat dan cacat. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang kunjungan ke Panti Anak Cacat Ganda Al-Rifdah Semarang. Saya dan teman-teman berkunjung ke Panti Anak Cacat Ganda Al-Rifdah Semarang untuk berbagi kasih dan bermain bersama dengan anak cacat ganda. Di panti tersebut banyak anak-anak yang memiliki gangguan jiwa dan gangguan fisik.


Contoh saja adik yang satu ini, dia mengalami Mikrosefalus. Mikrosefalus adalah kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Selain itu, anak yang di asuh oleh Panti tersebut juga ada yang mengalami Hidrosefalus, penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. Di panti tersebut juga ada yang mengalami gangguan jiwa sejak lahir, bahkan ada juga yang mengalami gangguan jiwa suka menyakiti dirinya sendiri. Selain itu, panti tersebut juga menampung anak yang autis aktif dan autis pasif.Setelah berkunjung ke Panti Anak Cacat Ganda, saya merasa bersyukur dan sangat beruntung telah dilahirkan dengan sehat dan tidak kurang apapun. Oleh karena itu, kunjungan tersebut membuat saya sadar dan bertekad untuk menghargai hidup saya lebih lagi, seperti tidak bermalas-malasan dan lebih menghormati orang tua.

3 komentar:

  1. artikel yang mengajarkan kita untuk menghargai hidup. Semoga menginspirasi...

    BalasHapus
  2. Mereka membutuhkan uluran tangan kita, smg dgn artikel ini menambah kepekaan kita thp mereka yg membutuhkan

    BalasHapus
  3. mereka membutuhkan bantuan darin kita semoga menjadi berkah untuk kita semua

    BalasHapus