Sabtu, 28 November 2015

BISNIS KEBENCIAN

Latar belakang kebencian berasal dari sesuatu yang timbul dari hati berupa rasa iri,cemburu, dengki dan perasaan lainnya terhadap suatu perbuatan yang tidak menyenangkan hati seseorang dan atau suatu kelompok tertentu.

Kebencian pada dasarnya adalah sifat tidak suka terhadap suatu hal,  maka dari itu dapat dikatakan bahwa pengertian dari kebencian adalah sikap hati yang ada didalam diri seseorang yang tidak menyukai hal tertentu secara berlebihan yang berakibat kepada timbulnya perbuatan-perbutan negatif sebagai wujud dari rasa benci tersebut seperti pemberontakan, fitnah, permusuhan dan lain-lain.

Bisnis kebencian adalah sesuatu yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk menebar kebencian. Seperti dalam bisnis kebencian yang berkaitan dengan agama. Kita ketahui perbuatan terorisme yang dilakukan oleh sekelompok teroris ISIS secara tidak langsung telah menjadi bisnis kebencian. Hal tersebut dapat kita ketahui karena ISIS membawa bendera islam didalam setiap kegiatan terornya, namun jika dilihat lebih detil, tidak ada nilai islam maupun agama apapun didalam setiap kegiatan mereka, karena mereka selalu menghadirkan teror dan sangat jauh dari kata damai. Hal tersebut membuat bebera negara menjadi anti islam, seperti kasus bom terbaru yang terjadi di Paris, hal tersebut berdampak pada banyaknya masyarakat paris yang berdemo menolak adanya masjid di paris sejak terjadinya kejadian tersebut, dengan kata lain bisnis kebencian terhadap agama islam telah berhasil dilakukan.

(+) kelebihan dari bisnis ini adalah membuat para penjual senjata memiliki pemasukan yang lebih karena senjata api dan bom merupakan senjata utama bagikaum teroris. Selain itu, keuntungan bagi warga dunia adalah dengan adanya aksi teror, tanpa disadari kerjasama antara beberapa negara menjadi lebih baik. Seperti misalnya terjadi bom di paris, puhak amerika datang menolong.
Sebagai contoh yang lebih luas terhadap bisnis kebencian yaitu, mayoritas negara dunia tentu menjadi bersatu untuk melawan teroris, hal tersebut tentu sangat positif bagi hubungan internasional antar negara baik bilateral maupun multilateral.
(-) kekurangan dari bisnis ini adalah tentu saja adanya golongan tertentu yang akan merasakan imbas dari kebencian itu. Dalam kasus di paris, tenttu kaum islam menjadi korban intimdasi warga dunia terutama paris.

Selasa, 24 November 2015

TOLERANSI ADALAH KUNCI PERDAMAIAN

Dari tahun ke tahun,sering sekali kita dikejutkan dengan berbagai peristiwa,yang diakibatkan karena adanya konflik antar umat beragama,seperti kasus penusukan pendeta,kasus poso,kasus penyerangan umat khatolik yang sedang melaksanakan ibadah,dsb. Hal ini mencerminkan bahwa semakin berkurangnya keharmonisan antar umat beragama.
Dalam kasus konflik agama ini,sebaiknya kita dituntut harus bisa saling toleransi antar umat beragama agar kita bisa mencegah terulangnya kembali peristiwa yang diakibatkan konflik agama.
Yang sudah terjadi biarlah berlalu,tetapi kita harus bisa melihat masa depan,jangan sampai kita masuk kembali kedalam kesalahan yang sama.
            Masalah perbedaan keyakinan itu merupakan hal yang biasa dan wajar,karena setiap manusia memiliki hak dan kewajiban masing-masing dalam menentukan/memilih agama dan hidupnya.
Kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain,karena dengan pemaksaan tersebut,berartn kita telah merampas hak nya.
            Inti dari toleransi itu sendiri yaitu saling tolong menolong,bekerja sama dan saling menghargai,sebetulnya itulah yang dibutuhkan suatu negara untuk menciptakan Negara yang damai dan sejahtera.
            Toleransi antar umat beragama harus muncul dengan berdasarkan atas kesadaran diri sendiri,bukan merupakan paksaan orang lain,melainkan toleransi yang didasari dengan keikhlasan.Insya Alloh hasil dari toleransi tersebut merupakan modal utama untuk membuka gerbang perdamaian dunia.
            Oleh karena itu,sangat penting untuk mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama.
Sekecil apapun usaha yang kita lakukan , apabila berada di  jalan yang benar dengan niat yang tulus, Insya Alloh sedikit demi sedikit akan terciptanya kerukunan dan perdamaian yang seutuhnya antar umat beragama.
Dan setelah terciptanya kerukunan dan perdamaian,kita dituntut harus bias mempertahankannya.
       Cara mempertahankannya tidak terlalu sulit,yang harus kita lakukan yaitu menanamkan dalam diri kita yaitu rasa ikhlas,untuk menjaga nama baik agama kita,dan jangan sampai mempunyai anggapan/menganggap bahwa agama yang dimiliki orang lain rendah.
Semoga dengan terjadinya beberapa peristiwa diatas bisa memberikan hikmah yang senantiasa menjadikan diri kita/hati kita terketuk untuk bisa saling toleransi antar umat beragama dan semoga saja peristiwa konflik agama tidak terulang kembali,khususnya di negara kita, sehingga menjadikan negara Indonesia merupakan negara damai yang sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Sabtu, 21 November 2015

MGR. SOEGIJAPRANATA

Pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2015, saya berkesempatan untuk mengunjungi makam salah satu tokoh yang cukup besar pada masanya, Alm. Mgr. Soegijapranata di Makam Pahlawan Semarang. Beliau meninggal dunia pada tanggal 22 Juli 1963 saat berusia 66 tahun. Beliau dianggap sebagai pahlawan bagi kaum Katolik di Indonesia.
            Beliau meninggal dan dianggap sebagai pahlawan karena setelah Presiden Soekarno memproklamasi kemerdekaan Indonesia, Semarang dipenuhi dengan kekacauan. Soegijapranata membantu menyelesaikan Pertempuran Lima Hari dan menuntut agar pemerintah pusat mengirim seseorang dari pemerintah untuk menghadapi kerusuhan di Semarang. Biarpun permintaan ini ditanggapi, Semarang menjadi semakin rusuh dan pada tahun 1947 Soegijapranata pindah ke Yogyakarta. Selama revolusi nasional Soegijapranata berusaha untuk meningkatkan pengakuan Indonesia di dunia luas dan meyakinkan orang Katolik untuk berjuang demi negera mereka. Tidak lama setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Soegijapranata kembali ke Semarang. Dalam periode pasca-revolusi ia banyak menulis mengenai komunisme dan berusaha untuk mengembangkan pengaruh  Katolik, serta menjadi perantara beberapa faksi politik. Pada tanggal 3 Januari 1961 ia diangkat sebagai uskup agung, saat Tahta Suci mendirikan enam provinsi gerejawi di wilayah Indonesia. Soegijapranata bergabung dengan sesi pertama dari Konsili Vatikan II. Soegijapranata sampai sekarang dihormati orang Indonesia, baik pemeluk Katolik maupun bukan. Berbagai biografi tentang ia sudah ditulis oleh berbagai penulis, dan pada tahun 2012 sebuah film biopik fiksi garapan Garin Nugroho, yang diberi judul SoegijaUniversitas Katolik Soegijapranata, sebuah universitas di Semarang, dinamakan untuk mengenang jasa dari Soegijapranata.
Melihat hal tersebut, nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dari sepanjang kehidupan Soegijapranata adalah untuk selalu memperjuangkan sesuatu yang kita anggap benar, selain itu beliau dikenal memiliki sifat ugahari mandiri, artinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebaiknya kita menjalaninya dengan sederhana dan mandiri.

Minggu, 15 November 2015

BERBAGI KASIH DAN TAWA BERSAMA ANAK CACAT GANDA

Sebagai manusia, kita tidak boleh membeda-bedakan orang lain antara kaya dan miskin, sehat dan cacat. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang kunjungan ke Panti Anak Cacat Ganda Al-Rifdah Semarang. Saya dan teman-teman berkunjung ke Panti Anak Cacat Ganda Al-Rifdah Semarang untuk berbagi kasih dan bermain bersama dengan anak cacat ganda. Di panti tersebut banyak anak-anak yang memiliki gangguan jiwa dan gangguan fisik.


Contoh saja adik yang satu ini, dia mengalami Mikrosefalus. Mikrosefalus adalah kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Selain itu, anak yang di asuh oleh Panti tersebut juga ada yang mengalami Hidrosefalus, penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. Di panti tersebut juga ada yang mengalami gangguan jiwa sejak lahir, bahkan ada juga yang mengalami gangguan jiwa suka menyakiti dirinya sendiri. Selain itu, panti tersebut juga menampung anak yang autis aktif dan autis pasif.Setelah berkunjung ke Panti Anak Cacat Ganda, saya merasa bersyukur dan sangat beruntung telah dilahirkan dengan sehat dan tidak kurang apapun. Oleh karena itu, kunjungan tersebut membuat saya sadar dan bertekad untuk menghargai hidup saya lebih lagi, seperti tidak bermalas-malasan dan lebih menghormati orang tua.

Kamis, 12 November 2015

Ajaran Islam Dalam Menegakkan Perdamaian dan Kerukunan Agama

Kitab Suci Al-Qur'an secara rinci sekali telah meletakkan berbagai ajaran untuk mewujudkan perdamaian dan kerukunan di dalam masyarakat yang plural. Saya kini akan menyajikan contoh ajaran-ajaran Islam berdasarkan Kitab Suci Al-Qur'an dan hadits mengenai masalah ini.

A. Menghormati Agama Lain dan Para Pendirinya
    Saya telah membahas sikap Islam kepada agama-agama lain di dunia ini pada bagian permulaan. Disini saya rasa akan cukup untuk mengutip satu saja ayat Al-Qur'an yang mewajibkan seorang Muslim untuk beriman kepada kebenaran dan menghormati semua nabi atau rasul, atau para pendiri agama-agama lain. Allah taala berfirman:

 "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya." (Q.S 4:153)

B. Persamaan Semua Utusan Allah
     Menurut Al-qur'an semua nabi adalah sama. Hal ini penting sekali untuk tegaknya kedamaian antar agama. Sejauh hubungannya dengan pendakwaan, para nabi harus diperlakukan sama. Para tempat lain Kitab Suci Al-Qur'an memang mengakui bahwa ada perbedaan derajat dari para nabi, tetapi semuanya memiliki keabsahan yang sama dari Tuhan. Allah taala berfirman dalam Al-Qur'an:

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian [dari] mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allah berkata-kata dengan dia dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat." (Q.S 2:254)

       Ayat itu harus dipahami dalam hubungan ini. Dengan menghormati persamaan nabi-nabi sejauh hubungan dengan pendakwaan mereka, peristiwa-peristiwa berikut akan memperjelas hal itu. Salah seorang sahabat Nabi saw menyatakan bahwa Rasulullah saw adalah yang terbaik dari semua nabi. Hal ini terjadi dalam dua kesempatan. Pada suatu peristiwa ketika sedang berbahas dengan orang Yahudi, sahabat itu menekankan bahwa Nabi Muhammad saw lebih tinggi derajatnya dari pada Nabi Musa as. Ketika masalah itu disampaikan kepada Nabi Muhammad saw beliau menjawab bahwa beliau tidak seharusnya dinyatakan lebih tinggi dari Nabi Musa as. Pada waktu lain beliau bersabda bahwa beliau tidak seharusnya dinyatakan lebih tinggi dari Nabi Yunus as, bin Matta. 
         Prinsip mendasar yang harus diingat adalah bahwa Tuhanlah yang memutuskan dan menyatakan dengan cara apa seorang nabi lebih Dia cintai daripada lainnya. Para pengikut nabi-nabi itu tidak diizinkan untuk memulai pertengkaran atau perkelahian mengenai siapa nabi yang lebih baik. 

C. Keselamatan Tak Dapat Dimonopoli
     Ini merupakan pernyataan lain yang indah dari Al-Qur'an Suci yang menjadi unsur sangat penting untuk menegakkan kedamaian diantara agama-agama. Allah taala berfirman dalam Al-Qur'an:

"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada [agama] Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus." (22:68)

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja [diantara mereka] yang benar-benar beriman pada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula]mereka bersedih hati." (5:70)

"Bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati." (2:113)

 Al-Qur'an Suci tidak mengizinkan kaum Muslimin dengan tak pandang bulu mencela mereka yang berasal dari agama-agama lain mengenai peluang-peluang untuk keselamatan mereka. Diajarkan bahwa Islam mengajarkan kalau semua orang bukan Muslim ditakdirkan masuk neraka tetapi sebenarnya adalah bahwa mereka semuanya yang mengaku beriman apakah mereka Yahudi, Nasrani, Shabiin atau dalam hal ini penganut suatu agama lain - jika mereka beriman kepada Tuhan dan hari kemudian dengan ikhlas dan jujur dan mereka beramal saleh - yang merupakan intisari Islam - tak ada ketakutan akan menimpa mereka dan tidak pula mereka berduka cita (2:63)

        Disini saya ingin memperjelas lebih lanjut kata 'Shabi (Shabiin). Kata ini adalah suatu istilah yang digunakan oleh bangsa Arab mengacu pada pengikut-pengikut semua agama bukan Arab dan bukan semitik (diluar Timur Tengah) yang mempunyai kitab-kitab wahyu mereka sendiri. Dengan demikian para pengikut seluruh agama yang berdasarkan wahyu Ilahi telah diberikan jaminan bahwa, dengan syarat mereka tidak secara sengaja gagal untuk mengenali cahaya suatu agama baru dan berpegang teguh dengan jujur dan benar pada nilai-nilai agama nenek moyang mereka, mereka tidak seharusnya takut kepada Tuhan dan tidak akan ditolak [untuk dapat] keselamatan.

Sikap Berpikiran Luas Terhadap Penganut Agama Lain
      Dinyatakan dalam kata-kata yang jelas dalam Al-Qur'an Suci bahwa bukan hanya kaum Muslimin yang berdiri teguh dengan kebenaran dan memperingatkan serta memberikan keadilan dengan benar tetapi ada juga orang-orang dari penganut agama-agama lain yang berbuat sama. Merujuk ada seluruh agama di dunia, pada umumnya, Al-Qur'an menyatakan:

 "Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak dan dengan yang hak itu [pula] mereka menjalankan keadilan." (7:182)

       Inilah sikap yang seluruh agama di dunia hari ini harus menerapkan untuk meningkatkan nilai hubungan dengan agama-agama lain. Kedamaian agama dan kerukunan masyakat tidak dapat diperoleh tanpa menanamkan keluasan berpikir seperti itu, dan sikap-sikap pemahaman manusiawi terhadap orang-orang dari agama lain.

D. Persamaan Seluruh Manusia
     Al-Qur'an dengan jelas meletakkan prinsip persamaan seluruh umat manusia. Allah taala berfirman dalam Al-Qur'an:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lahi Maha Mengenal." (49:14)

      Ayat itu menunjukkan bahwa seluruh umat manusia adalah sama, sebab setiap orang tanpa kecuali diciptakan dengan cara yang sama, yaitu dari laki-laki dan perempuan, maka tak seorang manusia pun dapat menyebut dirinya lebih mulia daripada orang lain dalam hal apapun. Satu-satunya tanda kemuliaan di sisi Allah adalah takwa.

E. Cinta Kasih Kepada Manusia.
     Allah taala berfirman di dalam Al-Qur'an:

 "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. dan berbuat baiklah kepada kedua ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan yang jauh, temat sejawat dan hambasahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (4:37)

      Ayat tersebut diatas mengarahkan seorang Muslim untuk mengamalkan cinta kasihnya sedemikian rupa sehingga meliputi seluruh manusia dimulai dari orang tua, orang-orang yang terdekat, sampai orang-orang asing yang paling jauh. 
        Islam mengajarkan bahwa Kaum Muslimin tidak seharusnya bersahabat atau berkasih sayang dengan orang-orang bukan Muslim. Hal ini merupakan suatu kesalahpahaman lantaran ayat-ayat Al-Qur'an dan sabda-sabda Nabi Muhammad saw berikut ini akan memperjelas permasalahan ini. 
Allah berfirman dalam Al-Qur'an mengenai hubungan dengan orang bukan Muslim:

 "Allah tidak melarang kamu untuk baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak [pula] menghalau kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil." (60:9)

 "Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kami karena agamamu dan menghalau kamu dari negerimu dan membantu [orang lain] untuk menghalaumu. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (60:10)


     Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengutip dua peristiwa dari kehidupan Nabi Muhammad saw yang menegakkan keunggulan standar toleransi dan penghormatan dalam masalah-masalah agama dan nilai-nilai manusiawi. 

      Seorang utusan dari golongan Kristen Najran mengunjungi beliau saw di Madinah untuk bertukar pikiran mengenai masalah-masalah agama. Termasuk pemuka-pemuka gereja. Pembahasan berlangsung di dalam Masjid dan berlanjut hingga beberapa jam. Pada suatu kesempatan pemimpin perutusan Kristen itu meminta izin untuk keluar dari Masjid dan melakukan ibadah keagamaan mereka di suatu tempat yang mereka kehendaki. Nabi Suci Muhammad saw bersabda bahwa tak perlu mereka untuk keluar dari masjid yang merupakan tempat beribadah kepada Tuhan, dan mereka dapat melaksanakan ibadah mereka di dalamnya. Betapa suatu sipak berpikir yang luas.

        Suatu ketika Nabi Muhammad saw sedang duduk bersama para sahabat. Suatu arak-arakan jenazah berlalu. Nabi Suci saw berdiri. Melihat beliau, para sahabat juga berdiri. SAlah seorang sahabat mengingatkan: "Ya Rasul Allah, itu jenazah seorang Yahudi." 

          Nabi Muhammad saw menjawah: "Bukankah dia manusia?" Dan lebih lanjut beliau bersabda: "kematian adalah suatu perkara yang menyedihkan dan dahsyat, sebab itu, apabila kamu melihat iring-iringan jenazah berlalu, kamu seharusnya berdiri sebagai suatu hadiah penghormatan."

           Betapa suatu contoh rasa dan nilai kemanusiaan yang mengagumkan. Semoga Allah memberikan kita semua kemampuan untuk mengikuti contoh teladan Nabi Muhammad saw. 

Sabtu, 07 November 2015

INDONESIA SEBAGAI NEGARA KETUHANAN

      Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia memiliki dasar negara yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Dalam sila pertama tertulis “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dalam sila tersebut, mengaskan bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai ketuhanan diatas segalanya dan dari segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
        Sejak Indonesia merdeka, Indonesia memiliki 5 agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan pada era kepemimpinan Presiden Gus Dur agama Khonghucu diakui sebagai agama nasional. Banyaknya jumlah agama yang diakui oleh Negara Indonesia, menunjukan bahwa Negara Indonesia menganggap semua agama adalah baik dan mengajarkan kebenaran.

       Negara Indonesia dengan banyaknya jumlah agama yang diakui sebagai agama nasional, membuat masyarakat semakin bebas untuk menentukan agama mana yang akan mereka anut. Selain itu, dalam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, negara Indonesia juga menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Hal tersebut tentu memberikan kepastian hukum bagi setiap masyarakat untuk memilih agamanya tanpa harus mengalami paksaan dari pihak lain, dengan kata lain Hak Asasi Manusia untuk memilih agama ikut terpelihara oleh negara.

Jumat, 30 Oktober 2015

PERAN TAKWA DALAM MEMBENTUK PERDAMAIAN

Salah satu ajaran di Al-Quran yang paling ditekankan dibanding dengan ajaran-ajaran lainnya adalah tentang takwa dan menjaga diri sendiri. Adapun sebabnya adalah karena takwa dapat menciptakan daya kekuatan bagi manusia untuk menghindarkan diri dari setiap keburukan, dan takwa memberi kekuatan kepada manusia untuk maju kedepan dalam amal kebaikan. Jadi takwa sejati adalah jaminan bagi manusia untuk mendapatkan keselamatan. Dan untuk terlindung dari setiap macam fitnah atau cobaan, takwa adalah sarana kekuatan yang paling ampuh. 

Seorang yang bertakwa akan terlindung dari banyak sekali bahaya pertengkaran dan permusuhan; dibandingkan dengan mereka yang tidak bertakwa yang banyak terlibat di dalam pertengkaran dan perselisihan, sehingga kadang-kadang sampai membawa kepada kerusakan dimana-mana. Dan disebabkan berbagai prasangka buruk dan sifat terburu-nafsu dapat menimbulkan perpecahan dikalangan bangsa, sehingga memberi kesempatan terhadap para penentang untuk melakukan serangan. Jadi dalam konteks sosial takwa memegang peranan penting dalam pembentukan kedamaian dan keharmonisan di masyarakat dengan menjadi benteng dari berbagai keburukan sosial, tidak itu saja mereka yang bertakwa akan senantiasa melakukan berbagai kebajikan yang produktif bagi masyarakat umum.  
peran takwa dalam perdamaian
Dalam konteks agama takwa merupakan dasar pokok Agama Islam. Jika kita lihat dari tarikh Islam, ketika umat Islam awwalin memegang teguh takwa maka mereka mampu menyebarkan keselamatan dari Allah taala ke seluruh dunia. Dan orang-orang yang berjiwa suci pun terus menerus menyertai mereka sehingga Islam terus berkembang ke negara-negara Asia, sampai negara-negara Timur Jauh. Selanjutnya Islam mendapat kemajuan sampai ke benua Afrika dan benderanya terus berkibar sampai ke negara-negara Eropa.

Akan tetapi tatkala takwa semakin berkurang, keamanan dan kedamaian diganti dengan sikap mementingkan diri sendiri, kecintaan dan kasih sayang berganti dengan kekacauan dan kebencian, maka umat Islam menjadi kosong dan hampa dari berkat-berkat ketakwaan  yang Allah taala tanamkan didalam hati orang-orang Islam.

Allah taala – melalui perantaraan Rasulullah saw – telah menurunkan ajaran yang terakhir kepada Yang Mulia Rasulullah saw untuk mengikis habis kekacauan dan kerusuhan. Sekarang juga ajaran inilah yang ditampilkan untuk merubah kegelapan menjadi cahaya terang-benderang. Sekarang juga ajaran inilah yang diamalkan untuk menyebar luaskan keselamatan dan mencegah keburukan dan kerusuhan. Meskipun orang-orang Islam zaman sekarang banyak yang telah terhindar dan hampa dari berkat-berkat ini, yang disebabkan oleh takwa yang lepas dari dalam hati mereka, dan tindakan mementingkan diri sendiri serta kebencian, setiap hari kian terus meningkat. Akan tetapi Allah taala telah berjanji kepada Nabi Muhammad saw pembawa syari’at terakhir, untuk memenangkan Agama Islam diatas agama-agama lain diseluruh dunia. Dan bagaimanapun Allah taala tidak akan menarik kembali janji-Nya ini. Jika terjadi kelemahan didalam usaha itu, maka penyebabnya hanyalah  karena kosongnya takwa di dalam kalbu orang Islam. Di dalam Islam tidak terdapat sesuatu kekurangan apapun.

Maka dengan ketakwaan yang teguh dari umat Islam-lah  yang akan mampu mengembalikan warisan iman yang sudah menghilang dari dalam kalbu umat Islam itu. Maka kewajiban setiap muslim untuk menyebar luaskan amanat keselamatan ke setiap penjuru dunia. Dan pengertian ini harus disematkan ke dalam hati setiap orang bahwa Islam bukanlah agama terorisme, atau agama kekerasan, melainkan agama yang mengembangkan kecintaan dan kasih-sayang. Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan disetiap lapisan masyarakat. Di tingkat negara dan bangsa-bangsa di dunia, Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan yang begitu indah sehingga tidak ada yang mampu membandingkan dengan ajaran agama lain dan memang tidak akan dapat dibandingkan dengan agama apapun di dunia. Dan tidak pula agama lain mampu menegakkan ajaran seperti itu. Dengan mengamalkan ajaran yang indah seperti inilah kedamaian dan keamanan dunia dapat ditegakkan.

Sejak perang dunia ke II, untuk menegakkan kedamaian dan keamanan dunia telah dibentuk sebuah perkumpulan dengan nama United Nations Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) namun kita lihat bagaimana hasilnya. Didalam perserikatan itu para pakar yang cerdas-cerdas bekerja sama membuat berbagai macam program dan rencana-rencana yang besar, mendirikan berbagai macam komite, mendirikan konsul keamanan, supaya melalui konsul ini keamanan dunia dapat ditegakkan dan persengketaan antara negara dapat diselesaikan, mengadakan survey tentang ekonomi karena hal ini dapat menjadi sebab timbulnya kerusuhan juga, dan untuk itupun telah didirikan sebuah konsul tersendiri. Dan juga telah didirikan juga sebuah pengadilan Internasional,  dan lain sebagainya.

Akan tetapi walaupun telah dibentuk berbagai macam komite, kita menyaksikan apa yang tengah terjadi didalam dunia sekarang ini, mereka menghadapi kegagalan. Semua kegagalan itu disebabkan tidak adanya taqwa didalam hati mereka. Beberapa Bangsa menjadi sombong dan takabbur disebabkan mempunyai kekayaan, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan ilmu pengetahuan lebih dari bangsa-bangsa lain, atau menganggap diri mereka menjadi negara yang paling aman di dunia sehingga merasa lebih unggul daripada negara lain. Mereka membagi kedudukan wakil tetap dan kedudukan wakil non tetap atau sementara, sehingga tidak mungkin akan terjadi keadilan diantara mereka tanpa ada pandangan mata rohani, tanpa pertolongan Allah taala dan tanpa adanya ketakwaan. Karena keputusan mayoritas  mempunyai kekuasaan, maka jika kepada kelompok yang kuat ini diberi kekuasaan untuk membuat keputusan, keputusan itu tidak dapat menjadi penyebar keselamatan.

Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang berpegang teguh dalam takwa.