Sebagai manusia, kita tidak boleh
membeda-bedakan orang lain antara kaya dan miskin, sehat dan cacat. Pada
kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang kunjungan ke Panti Anak Cacat
Ganda Al-Rifdah Semarang. Saya dan teman-teman berkunjung ke Panti Anak Cacat
Ganda Al-Rifdah Semarang untuk berbagi kasih dan bermain bersama dengan anak
cacat ganda. Di panti tersebut banyak anak-anak yang memiliki gangguan jiwa dan
gangguan fisik.


Contoh saja adik yang satu
ini, dia mengalami Mikrosefalus. Mikrosefalus adalah kelainan otak dengan
ukuran kepala lebih
kecil dari ukuran kepala rata-rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Selain
itu, anak yang di asuh oleh Panti tersebut juga ada yang mengalami
Hidrosefalus, penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di
dalam otak.
Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan
menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. Di
panti tersebut juga ada yang mengalami gangguan jiwa sejak lahir, bahkan ada
juga yang mengalami gangguan jiwa suka menyakiti dirinya sendiri. Selain itu,
panti tersebut juga menampung anak yang autis aktif dan autis pasif.Setelah berkunjung ke Panti Anak Cacat Ganda, saya
merasa bersyukur dan sangat beruntung telah dilahirkan dengan sehat dan tidak
kurang apapun. Oleh karena itu, kunjungan tersebut membuat saya sadar dan
bertekad untuk menghargai hidup saya lebih lagi, seperti tidak bermalas-malasan
dan lebih menghormati orang tua.
artikel yang mengajarkan kita untuk menghargai hidup. Semoga menginspirasi...
BalasHapusMereka membutuhkan uluran tangan kita, smg dgn artikel ini menambah kepekaan kita thp mereka yg membutuhkan
BalasHapusmereka membutuhkan bantuan darin kita semoga menjadi berkah untuk kita semua
BalasHapus