Pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2015, saya
berkesempatan untuk mengunjungi makam salah satu tokoh yang cukup besar pada
masanya, Alm. Mgr. Soegijapranata di Makam Pahlawan Semarang. Beliau meninggal
dunia pada tanggal 22 Juli 1963 saat berusia 66 tahun. Beliau dianggap sebagai
pahlawan bagi kaum Katolik di Indonesia.
Beliau
meninggal dan dianggap sebagai pahlawan karena setelah Presiden Soekarno memproklamasi kemerdekaan Indonesia, Semarang dipenuhi dengan kekacauan. Soegijapranata
membantu menyelesaikan Pertempuran
Lima Hari dan
menuntut agar pemerintah pusat mengirim seseorang dari pemerintah untuk
menghadapi kerusuhan di Semarang. Biarpun permintaan ini ditanggapi, Semarang
menjadi semakin rusuh dan pada tahun 1947 Soegijapranata pindah ke Yogyakarta.
Selama revolusi
nasional Soegijapranata
berusaha untuk meningkatkan pengakuan Indonesia di dunia luas dan meyakinkan
orang Katolik untuk berjuang demi negera mereka. Tidak lama setelah Belanda
mengakui kedaulatan Indonesia, Soegijapranata kembali ke Semarang. Dalam
periode pasca-revolusi ia banyak menulis mengenai komunisme dan
berusaha untuk mengembangkan pengaruh Katolik,
serta menjadi perantara beberapa faksi politik. Pada tanggal 3 Januari
1961 ia diangkat sebagai uskup agung, saat Tahta Suci mendirikan
enam provinsi gerejawi di wilayah Indonesia. Soegijapranata bergabung dengan
sesi pertama dari Konsili Vatikan II. Soegijapranata sampai
sekarang dihormati orang Indonesia, baik pemeluk Katolik maupun bukan. Berbagai
biografi tentang ia sudah ditulis oleh berbagai penulis, dan pada tahun 2012
sebuah film biopik fiksi
garapan Garin Nugroho, yang diberi judul Soegija. Universitas Katolik Soegijapranata,
sebuah universitas di Semarang, dinamakan untuk mengenang jasa dari Soegijapranata.
Melihat hal
tersebut, nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dari sepanjang kehidupan
Soegijapranata adalah untuk selalu memperjuangkan sesuatu yang kita anggap
benar, selain itu beliau dikenal memiliki sifat ugahari mandiri, artinya dalam
menjalani kehidupan sehari-hari sebaiknya kita menjalaninya dengan sederhana
dan mandiri.
Tokoh yg menjadi teladan kita menganut pendidikan, terus berkarya
BalasHapustokoh yang dapat menginspirasi,good job
BalasHapus